Junho

Junho
2PM

Senin, 07 November 2011

Politik Luar Negeri Hugo Chavez dalam Persatuan Amerika Latin

Sejak terpilih kembali menjadi presiden Venezuela tahun 2004, politik luar negeri Venezuela berubah total. Berbeda dengan pemerintahan sebelumnya yang memiliki aliran politik tradisional dengan Amerika Serikat, Hugo Chavez bahkan membangun politik: antiamerikanisme dan membangun peta politik internasional no tradicional dengan China, India, Iran, Irak. Lalu dengan menggunakan kekuatan minyaknya masuk dalam OPEC untuk mempengaruhi semua anggota OPEC untuk memiliki keputusan sendiri demi kepentingan kelompok mereka dan tidak dipengaruhi oleh negara-negara konsumen terutama negara adidaya USA. Selain itu Venezuela membangun politik untuk berpartisipasi dalam semua kegiatan multilateral sebagai aktor protagonis, melakukan kerjasama yang baik dengan Colombia, Cuba, Bolivia dan Ecuador.

Strategi Politik Regional:
Salah satu proyek politik internasional yang dicanangkan oleh Hugo Chavez adalah menghidupkan kembali proyek Simón Bolivar  dengan menempatkan dirinya sebagai “Pembebas” dari Venezuela.
Pengintegrasian negara-negara Amerika Latin dan Karibe akhirnya terbentuk dengan munculnya Alternativa Bolivariana para las Américas(ALBA) pada Sidang KTT Kepala Negara Asosiasi Negara-Negara Karibe tahun 2001. ALBA ini kemudian berkembang dengan masuknya Fidel Castro melalui penandatanganan perjanjian bulan Desember 2004, yang kemudian diikuti oleh Presiden Bolivia Evo Morales tahun 2006, Nicaragua tahun 2007, Honduras tahun 2008 dan Ecuador tahun 2009. Dan akhirnya mereka menandatangani Memorandum de Entendimiento (MoU) dengan beberapa negara Amerika Tengah seperti Republica Dominicana (2008), Antigua Barbuda, San Vicente dan Las Granadias (2009).
ALBA merupakan sebuah proyek yang dikembangkan oleh Venezuela untuk menjawabi hal yang sama dikembangkan oleh Amerika Serikat dengan nama Area de Libre Comercio de las Americas (ALCA = Daerah Perdagangan Bebas Amerika). ALBA dan ALCA adalah dua organisasi yang visi dan misinya saling berlawanan. Sementara ALCA menjamin hegemoni USA di wilayah Amerika, meningkatkan dan mengembangkan zona perekonomian bebas yang mendukung perekonomian Amerika Serikat. Sementara ALBA didasarkan pada prinsip saling mendukung, saling mengisi dan solidaritas antara negara-negara anggota; dan memperkenalkan otonomi dari setiap negara untuk mengembangkan model perekonomian yang diinginkan. Selain itu ALBA juga memiliki visi untuk melawan kemiskinan.

Walaupun ALBA adalah sebuah kerjasama politik, di mana Chavez mengembangkan kekuasaannya di wilayah Amerika, namun tidak bisa diabaikan begitu saja komponen ekonomi yang memiliki peran yang sangat penting, terutama minyak bumi. Atas masalah minyak, maka dibentuklah Petroamerica tahun 2001, yang bertujuan menciptakan sebuah sebuah perusahaan minyak multinasional yang merupakan kerjasama perusahaan-perusahaan minyak nasional dari wilayah Amerika ini, yang bertujuan untuk melakukan kerjasama dalam investasi, eksplorasi, eksploitasi dan komersialisasi minyak di wilayah ini. Terhadap Petroamerica maka dibentuklah Petrocaribe, Petroandina dan Petrosur yang memiliki tujuan untuk membangun sebuah mekanisme kerjasama untuk meningkatkan integrasi fisik regional dalam bidang energi, memanfaatkan potensi-potensi yang dimiliki wilayah ini yang kaya dengan sumber energi, dan membangun sebuah sistem pertukaran yang didasarkan pada asas komplementer, solidaritas dan tanggungjawab sosial.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar